Parepare Kota

Thursday
Feb 23rd
  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Pendidikan

Pendidikan

DPRD Bone Pelajari Pendidikan Gratis Parepare

DPRD Bone Pelajari Pendidikan Gratis Parepare

PAREPARE – Anggota DPRD Kabupaten Bone dari Komisi IV membidangi kesejahteraan rakyat berkunjung ke Kota Parepare, Rabu (8/2). Kunjungan dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Bone Andi Darwis Massalinri dan diterima Asisten I Pemkot Parepare Muh. Husni Syam.

Rombongan yang beranggotakan delapan orang anggota dewan tersebut berkunjung untuk melakukan sharing dan dialog menyangkut penyelenggaraan pendidikan gratis dan pemberantasan buta aksara di Parepare. Mereka menilai Parepare sukses menyelenggaran pendidikan gratis dan pengentasan buta aksara sehingga layak dijadikan sebagai objek belajar.

Dalam menerima rombongan tersebut, Husni Syam didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare Mustafa Mappangara, sejumlah staf ahli, kepala-kepala bagian lingkup Setdako Parepare, serta kepala bidang-kepala bidang dari Dinas Pendidikan Kota Parepare.

Pada sambutan perkenalannya, Darwis mengungkapkan bahwa kunjungannya dimaksudkan untuk mendapatkan informasi sedalam-dalamnya mengenai program yang dicanangkan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tersebut di awal kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Sulawesi Selatan.

Sementara itu Asisten I Husni Syam menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan keputusan DPRD Bone untuk memilih Kota Parepare sebagai bahan pembanding dalam penyelenggaraan pendidikan gratis. “Tetapi tentu saja, kami juga di sini membutuhkan informasi mengenai penyelenggaraan pendidikan gratis di sana sehingga bisa saling memahami,” kata Husni.

Kadis Pendidikan Kota Parepare Mustafa Mappangara secara panjang lebar mengemukakan dan menjelaskan bagaimana ia mengelola pendanaan dan memenej pendidikan gratis sehingga bisa sesukses yang ada sekarang. Menurut Mustafa yang akrab disapa Andi Ucu, roh pendidikan gratis ada pada indikator.

Terdapat dua indikator yang ingin dicapai dari pendidikan gratis yakni berapa nantinya jumlah anak putus sekolah yang akan dicegah. Kemudian berapa jumlah anak sekolah yang terancam putus sekolah yang berhasil untuk tetap melanjutkan sekolah. Menurutnya, dua hal inilah yang paling pertama sekali diperjelas sebelum hal-hal lainnya.

{jcomments on}

 

Sjamsu Alam Janji Perhatikan Sekolah Swasta

Sjamsu Alam Janji Perhatikan Sekolah Swasta

PAREPARE -- Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) menemui Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Parepare, H Sjamsu Alam di ruang kerjanya, Jumat (17/6). FKSS yang diketuai oleh Drs Azis Marawiah menyampaikan berbagai kendala sekolah-sekolah swasta yang dihadapi selama ini dalam meningkatkan mutu pendidikan.

FKSS mengungkapkan beberapa permasalahan yang dihadapi sekolah-sekolah swasta saat ini di antaranya, masalah Penerimaan Siswa Baru (PSB), penyediaan sarana dan prasarana, dan penempatan guru-guru PNS di sekolah swasta, serta peningkatan kesejahteraan guru-guru swasta.

Dalam penerimaan siswa baru, menurut anggota FKSS lainnya, Harapi Salam, kurangnya murid yang memilih masuk  ke sekolah swasta karena sekolah negeri dalam penerimaan siswa baru melakukan penambahan ruangan guna menerima siswa yang tidak tertampung.

Padahal, lanjutnya, dalam Surat Keputusan Walikota tentang pembatasan daya tampung murid setiap kelas, maksimum 32 siswa per kelas. Namun, bebernya, masih ada celah untuk dimasuki karena tidak adanya batasan kelas .

Kepala Sekolah Telkom Trisakti Hendrawan Azis juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ada saat ini, jumlah siswa SMA yang tidak akan tertampung di sekolah negeri ada sekitar 600 siswa.

“Kalau ini benar adanya maka pilihannya tentu lari ke sekolah swasta, tinggal menunggu ketegasan Plt Walikota serta penentu kebijakan lainnya dalam bidang pendidikan untuk membatasi penerimaan siswa setiap sekolah,” kata Hendrawan.

Hal lain yang disinggung dalam pertemuan tersebut adalah masalah peningkatan mutu pendidikan swasta. Pemerintah diharapkan untuk memperhatikan kesejahteraan guru-guru swasta melalui sertifikasi guru non PNS, serta meminta kepada Plt Walikota supaya kalau ada penganggaran, agar kiranya dapat dibagi kepada sekolah swasta lainnya.

Sementara itu, Sjamsu Alam mengemukakan, Pemerintah Kota Parepare selama ini cukup memperhatikan sekolah swasta. Beberapa sekolah swasta, katanya, untuk penganggaran tahun ini sudah masuk dalam program dan tinggal menunggu pencairannya.

Tetapi apa yang dihadapi sekolah swasta sebagaimana yang dikemukakan FKSS akan dibicarakan dengan Kepala Dinas Pendidikan untuk menempatkan guru-guru PNS di sekolah swasta, karena beberapa sekolah yang kelebihan guru, sementara sekolah swasta harus membayar guru honor, dan berjanji tahun depan akan memperhatikan memberi anggaran pada sekolah swasta

Agenda Kegiatan

February 2012
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 1 2 3

Tamu Online

Kami memiliki 5 Tamu online

Advertisement

pengaduan

Garuda

pengumuman

book

Bank-Soal

Perda-Online

logo-lowongan-kerja140

macet-baru1140

logo_buletin

visualisasi

lpse

ulp

Polling

Apakah menurut anda, Website ini masih diperlukan
 
Perlukah Internet Hotspot Free di Lapangan Andi Makkasau Parepare