
PAREPARE – Objek wisata Waterboom Parepare kini telah menjelma menjadi primadona bagi warga di kawasan Ajattappareng untuk mengisi liburan akhir pekan maupun liburan sekolah bagi pelajar. Di setiap akhir pekan, puluhan bus maupun mobil pribadi dari berbagai daerah di sekitar Parepare berjejal di kawasan waterboom.
Puluhan mobil pribadi maupun bus dari berbagai daerah seperti Barru, Pinrang, Sidrap, atau Enrekang itu mengantar pengunjung yang hendak menikmati wahana permandian waterboom yang terletak di jantung Kota Parepare tersebut.
Wahana yang dioperasikan tahun 2010 itu tergolong lengkap. Selain memiliki tiga luncuran dengan tingkat ketinggian yang berbeda-beda dan kolam renang yang representatif, wahana permandian ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung yang semakin memanjakan pengunjungnya.
Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain ketersediaan puluhan gasebo-gasebo tempat pengunjung duduk bersantai bersama keluarganya sambil menikmati waterboom. Kemudian ada juga kolam khusus disertai luncur-luncuran untuk anak-anak. Terdapat pula tribun mini untuk menyaksikan aktifitas pengunjung di kolam maupun di luncur-luncuran.
Bagi pengunjung dari kalangan Muslim juga tidak perlu khawatir jika hendak berlama-lama hingga waktu shalat tiba karena disediakan pula musholah yang cukup luas menampung jamaah.
Pengunjung yang hendak menikmati aneka minuman segar atau dingin, tinggal memesan pada petugas karena terdapat kantin dan kafe. Kafe tersebut juga dilengkapi puluhan tempat duduk dan meja untuk bersantai sambil menikmati panorama waterboom.
Soal keamanan pengunjung, jelas pengelola Waterboom Parepare, Ferry, juga menjadi perhatian serius bagi pengelola. Karena itu, jangan heran jika berkunjung ke sana dan melihat ada beberapa pria berbadan tegap dan tampak bugar. Mereka adalah petugas yang setiap saat akan membantu pengunjung jika mengalami masalah yang tidak dinginkan terjadi di kolam seperti tenggelam.
Petugas dari pengelola waterboom juga setiap saat akan menyampaikan berbagai hal menyangkut keselamatan pengunjung melalui pengeras suara. Misalnya mengingatkan pengunjung untuk senantiasa menjaga kebersihan, meluncur satu per satu (tidak bersamaan), dan peringatan-peringatan lainnya demi keselamatan pengunjung sendiri.
{jcomments on}



Pariwisata
Sebagai kota jasa dan niaga, denyut nadi perekonomian Kota Parepare banyak bertumpu pada sektor perdagangan, dan salah satu sektor usaha yang cukup menjanjikan di Kota Niaga ini adalah sektor usaha ru...
Kedatangan orang-orang asal pulau Jawa di Kota Parepare diperkirakan mulai marak sekitar tahun 1960-an. Berdirinya kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) di Parepare pada tahun 1968 menandakan eksi...
Masyarakat Taulotang di Parepare umumnya banyak bermukim di Kecamatan Bacukiki. Mereka dapat ditemui di pelosok-pelosok desa diantaranya di Lumpue, ...
Berkunjung ke Parepare , maka tak lengkaplah rasanya bila tidak menikmati kanre santan atau biasa disngkat dengan kanse.Kanse merupakan nasi yang dicampur dengan air santan dan dihidangkan bersa...
Menyambut hari-hari tertentu, misalnya hari lebaran, umumnya masyarakat Parepare menyiapkan penganan khusus. Salah satu penganan yang merupakan ciri khas Parepare adalah hasil olahan ikan ...
Bacukiki merupakan pelabuhan dan bandar perdagangan kesohor di nusantara pada abad ke-15 dan 16. Dengan posisinya tersebut, ia menjadi rebutan kerajaan di Sulawesi. Tercatat beberap ...
Bila berkunjung di Kelurahan Watang Bacukiki, maka kita akan menemui sebuah batu besar yang menyerupai kuda meringkik. Batu ini dianggap keramat bagi penduduk warga sekitar, bahkan menjadikannya...


