PAREPARE – Sosok pemimpin yang humoris tapi berwibawa kian melekat pada diri H Mohammad Zain Katoe, Wali Kota Parepare dua periode. Tak ingin acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadirinya di Kelurahan Lumpue, Bacukiki Barat, Sabtu (10/4), berlangsung seperti seremoni formal belaka, Zain pun ikut mengulas sedikit tentang keteladanan Nabi terakhir yang diturunkan Allah SWT itu.
Namun, tentu saja Zain tidak ingin mengambil “jatah” penceramah yang memang sudah disiapkan untuk membawakan ceramah pada Maulid yang diadakan Majelis Taklim Babul Khaer Kelurahan Lumpue itu. Zain hanya mengupas salah satu keteladanan Nabi Muhammad yang diakuinya sulit dan tidak mampu ia lakukan yakni memiliki istri lebih dari satu.
Menurut Zain, keteladanan Nabi dalam hal menjadi pemimpin sebuah wilayah sedikit banyak menjadi inspirasinya dalam menjalankan tugas-tugas sebagai wali kota selama ini. Begitu juga dalam hal pemimpin agama. Zain menuturkan jika selama ini sifat-sifat Nabi dalam hal agama juga senantiasa ia upayakan untuk teladani.
“Mungkin sisa yang beristri lebih dari satu itu yang sulit dan tidak sanggup saya contoh dari Nabi,” kata Zain disambut gelak tawa para undangan dan anggota majelis taklim yang hadir. Istri Zain, Nyonya Suharti Zain juga hadir di acara tersebut. Saat tawa hadirin mulai reda, Zain kemudian melanjutkan kata-katanya yang kembali mengocok perut warganya.
“Ya, terus terang saya tidak mau dan tidak bisa kalau yang itu. Saya cuma punya satu, pak camat juga satu. Pak lurah juga. Tapi biasanya ustad (penceramah) itu yang punya banyak istri karena dia tahu ayat dan dalil-dalilnya,” seloroh Zain sambil mengarahkan pandangannya kepada Ustad Hayadi, S.Ag yang membawakan ceramah malam itu. Hadirin yang lain pun langsung melihat ke arah pak ustad sambil menahan tawa.
Selain mengajak masyarakat untuk mencontoh sifat-sifat Nabi seperti jujur, amanah, istiqamah (konsisten pada kebenaran), dan keteladanan-keteladanan lainnya, Zain tidak lupa mengajak warga kota untuk senantiasa memelihara persatuan dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Parepare.
Zain juga kembali menyinggung penyelenggaraan Maulid oleh warga yang masih terus berlangsung hingga saat ini termasuk yang dilakukan di Lumpue itu. Saat mendapat informasi mengenai undangan tersebut, ia sempat bertanya bahwa bukankah Maulid sudah jauh lewat dari hari H-nya? Namun, Zain tidak bisa bicara banyak saat yang mengundangnya menjelaskan bahwa yang memintanya hadir adalah warga.
“Saya, alhamdulillah kalau yang panggil adalah warga, meski sebenarnya ada kegiatan lain di saat yang sama, tetap saya upayakan untuk hadir karena saya cinta warga saya. Dan tentu saja saya yakin bahwa warga juga mencintai pemimpinnya sehingga senantiasa mengharapkan saya hadir kalau mereka bikin acara,” tambahnya.










